Dasar-dasar Berinvestasi di Properti Sewa dalam Resesi

Di saat krisis ekonomi, banyak investor mencari untuk mendiversifikasi portofolio mereka dan melindungi aset mereka dari volatilitas pasar. Sementara investasi tradisional seperti saham dan obligasi dapat mengalami penurunan tajam selama resesi, berinvestasi di properti sewaan dapat menawarkan pilihan yang lebih stabil.

Tahukah Anda bahwa rata-rata, S&P 500 telah kehilangan 29% selama semua resesi pasca Perang Dunia II, dengan kinerja terbaik adalah penurunan 20% pada tahun 1990 (sumber: The Motley Fool).

Ketika resesi terjadi, Federal Reserve biasanya menurunkan suku bunga The Federal Funds, yang berkorelasi langsung dengan imbal hasil obligasi, yang mengakibatkan penurunan pengembalian investasi obligasi. Sebaliknya, real estat cenderung tetap konsisten, dengan harga sewa dan rumah umumnya meningkat setiap tahun. Jadi tidak seperti strategi investasi lainnya, dengan properti sewaan, Anda tidak perlu melihat ticker saham dan bertanya-tanya apakah sarang telur Anda berisiko.

Mari kita lihat cara berinvestasi di properti sewaan di masa resesi.

[ Want to invest in rental properties but don’t know where to start? Click here to see JWB Real Estate Capital’s full-service solution for a truly stress-free investing experience. ]

Ubah Ekuitas Anda menjadi Penghasilan

Selama resesi, uang tunai adalah raja karena memberikan fleksibilitas dan keamanan finansial. Di saat krisis ekonomi, banyak bisnis dan individu menghadapi tantangan keuangan, seperti PHK, penurunan pendapatan, dan volatilitas pasar.

Memiliki sumber pendapatan yang dapat diandalkan menjadi hal yang paling penting. Sementara saham dapat menawarkan potensi kenaikan modal, mereka biasanya tidak memberikan penghasilan tetap. Salah satu cara untuk mengubah ekuitas menjadi pendapatan adalah dengan berinvestasi di properti sewaan. Properti sewa dapat memberikan aliran pendapatan bulanan yang stabil, membantu mengimbangi kerugian dalam investasi lain selama penurunan pasar. Dengan mendiversifikasi portofolio Anda dengan properti sewaan, Anda berpotensi memperoleh pengembalian yang lebih tinggi dan meningkatkan pendapatan Anda secara keseluruhan.

Selain itu, properti sewaan dapat menawarkan keuntungan jangka panjang seperti pengurangan pajak dan apresiasi dari waktu ke waktu, menjadikannya pilihan investasi yang cerdas bagi mereka yang ingin membangun kekayaan selama resesi.

Fokus Pada Pelestarian Modal

Penting juga untuk fokus pada pelestarian modal dan melindungi aset Anda dari volatilitas pasar selama resesi. Real estat dapat menawarkan opsi investasi yang lebih stabil dibandingkan dengan investasi tradisional lainnya seperti saham dan obligasi.

Fakta Menarik: Di AS, harga sewa tidak pernah turun dari tahun ke tahun, bahkan selama kemerosotan ekonomi (sumber: John Burns Real Estate Consulting).

Selain itu, sebagian besar tahun melihat harga rumah naik di AS (satu-satunya pengecualian adalah Resesi Hebat yang disebabkan oleh praktik peminjaman yang longgar.) Harga rumah telah mengalami kenaikan di Jacksonville setiap tahun di luar Resesi Hebat sejak 1982 (sumber : Konsultasi Real Estat John Burns).

Konsistensi real estat adalah karena kegunaannya, karena orang akan selalu membutuhkan tempat tinggal, dan itu menjadi aset yang berwujud. Hal ini meningkatkan harga dasar aset yang mengarah pada stabilitas selama beberapa dekade. Dengan berinvestasi di real estat, Anda dapat mengurangi risiko yang terkait dengan ketidakstabilan pasar dan melindungi kekayaan Anda selama waktu yang tidak pasti.

Mengalahkan Inflasi Tanpa Mengambil Risiko Ekstra

Banyak investor ragu untuk mengambil risiko dalam iklim ekonomi saat ini dan memilih untuk menyimpan uang mereka dalam bentuk tunai. Namun, dengan inflasi saat ini sebesar 4,9% (sumber: Biro Statistik Tenaga Kerja AS), uang tunai itu baru saja didevaluasi sebesar 4,9% setiap tahun, dan para investor ini secara efektif kehilangan hampir 5% dari investasi mereka setiap tahun. Saya tidak tahu tentang Anda, tetapi itu bukanlah strategi investasi yang memberikan tujuan jangka panjang.

Demikian pula, sementara imbal hasil obligasi telah meningkat baru-baru ini karena kenaikan suku bunga Federal Reserve, biasanya masih gagal mengalahkan inflasi. Karena itu, ada beberapa opsi investasi yang tersedia yang menawarkan mitigasi risiko dan pengembalian investasi yang mengalahkan inflasi.

Namun dari beberapa opsi, ada satu yang juga kami pilih: properti sewaan keluarga tunggal di area metropolitan yang berkembang seperti Jacksonville, FL.

Dengan mendiversifikasi portofolio Anda dengan properti sewaan, Anda berpotensi memperoleh pengembalian yang lebih tinggi daripada investasi tradisional sambil mengurangi risiko dan melindungi aset Anda dari volatilitas pasar. Ini sama-sama menguntungkan.

Ringkasan

Berinvestasi dalam properti sewaan selama masa inflasi dan gejolak pasar dapat menjadi strategi yang cerdas dan efektif untuk mengalahkan inflasi tanpa mengambil risiko yang tidak perlu. Dengan uang tunai yang kehilangan nilainya karena kenaikan inflasi, dan investasi tradisional seperti obligasi gagal mengimbangi inflasi, penting untuk menemukan opsi investasi yang menawarkan stabilitas dan pengembalian yang lebih tinggi.

Berinvestasi dalam properti persewaan keluarga tunggal dengan perusahaan seperti JWB Real Estate Capital dapat menjadi komponen utama strategi investasi Anda. JWB berfokus pada area metropolitan yang berkembang seperti Jacksonville, FL yang dapat memberikan sumber pendapatan bulanan yang andal sambil menawarkan keuntungan jangka panjang seperti pengurangan pajak dan apresiasi dari waktu ke waktu.

Mulailah menghasilkan pendapatan pasif dengan properti sewaan keluarga tunggal!

Jika Anda tertarik untuk berinvestasi di real estat, tetapi tidak memiliki waktu atau pengalaman untuk memulai, klik spanduk di bawah ini untuk melihat solusi layanan lengkap JWB Real Estate Capital untuk pengalaman berinvestasi yang benar-benar bebas stres.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *